Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.


Ceker ayam atau dakbal juga populer di Korea. Tapi di negara ini, sajian ceker ayam terkenal sebagai salah satu makanan terpedas. Rasa pedasnya begitu ekstrem karena dibumbui saus merah.
Mau menguji pedasnya dakbal? Di Korea ada Hansin Pocha, bar yang menyediakan minuman free flow dan dakbal super pedas. Salah satu lokasinya ada di dekat Sinnonhyeon Station, Seoul.
2. Jjamppong

Jjamppong merupakan makanan Korea pengaruh China. Dalam penyajiannya, mie dan seafood diberi kuah merah terang. Hampir kebanyakan restoran menyediakan jjamppong dengan rasa pedas.
Tapi kalau Anda ingin yang ekstrem, ada sebuah restoran di Seoul yang terkenal akan jjamppong super pedas. Sampai sudah muncul di berbagai tayangan televisi. Mengusung nama Singil-dong Spicy Jjamppong, di bagian depan restoran terdapat tanda jumlah orang yang pingsan per bulan karena makanan itu. Bahkan ada juga permintaan restoran yang meminta pejuang makan tidak muntah di bagian luar restoran.
3. Tteokbokki

Tteokbokki bisa dikatakan salah satu makanan favorit di Korea. Jajanan kaki lima ini bisa ditemui hampir di berbagai sudut kota. Dalam pembuatannya, rice cake dimasak bersama fish cake dalam saus merah menyala. Rasa kuahnya sendiri paduan pedas manis.
Tapi ada juga penjual yang membuat saus lebih pedas. Kalau suka makanan pedas, bisa coba Dongdaemun Yeopgi Tteokbokki tak jauh dari Shindang Station yang punya tteokbokki enak. Selain itu ada Seonmae Tteokbokki di Seolleung Station dan Myeongdong yang memberi peringatan: “Ini sangat, sangat pedas. Kami tidak bertanggung jawab!”
4. Jokbal

Jokbal atau sajian kaki babi rebus merupakan makanan populer sebagai pendamping minum-minum di malam hari. Untuk jokbal bercitarasa pedas sebenarnya tidak terlalu umum. Namun ada Changsin-dong Spicy Jokbal di Dongdaemun yang menyajikan jokbal pedas. Sebagai penetralisir rasa pedas, tersedia rice ball. Tempat makan populer ini juga sudah muncul di TV Korea .
5. Donkkasseu

Korea punya versi sendiri dari sajian Jepang tonkatsu. Di Korea, donkasseu punya saus yang lebih manis. Sehingga tidak terkenal sebagai makanan pedas. Namun ada Onnuri-e Donkkasseu yang menyediakan donkkasseu pedas. Lokasinya dekat Sindaebang Samgeori Station.
Bila pengunjung bisa menghabiskan donkkasseu pedas, fotonya dipajang di dinding dan mendapat donkkasseu gratis. Bahkan kalau bisa menyantapnya dalam waktu 5 menit, ada hadiah berupa makan donkkasseu gratis selama 6 bulan! Restoran yang sempat masuk tayangan televisi ini juga punya menu regular atau donkkasseu super besar.
6. Ramyun

Ramyun atau mie instan Korea biasanya punya rasa cukup pedas. Salah satu merek terkenal di sana adalah Shin Ramyun. Tapi ini tak ada bandingannya jika mencoba Teumsae Ramyun di Myeongdong. Sudah ada sekitar 30 tahun, restoran menyediakan ramyun yang begitu pedas. Bahkan disebut dua kali lipat Shin Ramyun .
7. Bibim Naengmyeon

Bibim naengmyeon memakai campuran saus pedas yang terbuat dari gochujang. Kebanyakan penjual menyediakan saus yang sebenarnya tidak terlalu pedas. Meski begitu, Haeju Naengmyeon di dekat Sincheon Station menawarkan bibim naengmyeon yang pedas menyengat. Sehingga ada paduan mie dingin dengan rasa panas dari cabai.
8. Buldak

Selain ceker ayam, di Korea juga ada sajian ayam lainnya yang tak kalah pedas. Buldak atau fire chicken bahkan jadi inspirasi mie instan Samyang yang terkenal. Olahan ayam ini diberi bumbu kemerahan yang pedas menyengat.
Di Seoul, ada Hwarang Buldak yang bisa dicoba untuk menikmatinya. Di sini terdapat cheese buldak yang diberi lelehan keju. Tersedia juga ceker ayam pedas di resto kawasan Gangnam ini.
sumber :
https://food.detik.com/info-kuliner/d-3670075/
https://www.msn.com/id-id/kuliner/foodculture/
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.